Kadis Pariwisata Yuda Setiawan mengatakan Gelar Melayu Serumpun ke -7 yang berlangsung selama 4 hari dari tanggal 29 Mei sampai 1 Juni ini kembali ditetapkan sebagai Kharisma Event Nusantara 2024 oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.
“29 delegasi dari luar negeri dan dalam negeri telah menampilkan tarian seni budaya melayu pada Gelar Melayu Serumpun. Melalui event ini diharapkan dapat menjadi wadah seniman berkreasi dalam bentuk pagelaran Melayu dan memberikan edukasi bagi masyarakat terhadap seni budaya Melayu serta menjadi promosi pariwisata di kota Medan,” katanya, Senin (3/6).
Dijelaskan Yuda, Gelar Melayu Serumpun ini juga dimeriahkan slot77 oleh pameran dan bazar UMKM ekonomi kreatif. Sebanyak 42 stan disediakan untuk pelaku usaha berjualan. Tercatat transaksi dari 30 stan bazar UMKM ekonomi kreatif dari hari pertama sampai hari ketiga berjumlah Rp 289 juta,-.
Selanjutnya penutupan Gelar Melayu Serumpun ke -7 tahun 2024 ditandai dengan menari melayu bersama Wakil Wali Kota Medan, Pj Sekda Medan dan tamu undangan dengan seluruh delegasi yang ikut memeriahkan perhelatan tersebut.rmol news logo article.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengapresiasi acara “Gelar Melayu Serumpun” di Medan, Sumut, yang masuk ke dalam deretan 110 Kharisma Event Nusantara (KEN) sebanyak tiga kali berturut-turut.
“Gelar Melayu Serumpun 2024 ini masuk menjadi deretan event terbaik nusantara (Kharisma Event Nusantara) untuk ketiga kalinya. Ini hattrick,” kata Menparekraf Sandiaga saat membuka “Gelar Melayu Serumpun 2024” di Istana Maimun, Medan, Sumatra Utara, Rabu (29/5/2024) malam.
Kehadiran acara ini menjadi sarana promosi pariwisata dan ekonomi kreatif serta penguatan seni dan budaya Melayu baik di Indonesia maupun negara-negara serumpun lainnya seperti Malaysia, Singapura, Thailand, dan India.
Sejak KEN diluncurkan pada 2021, Gelar Melayu Serumpun menjadi salah satu rangkaian event di dalamnya dan berhasil mempertahankan posisinya sebagai event nasional dan internasional sejak 2022 hingga 2024.
Gelar Melayu Serumpun bertajuk “Tak Kan Hilang Melayu di Bumi” yang berlangsung pada 29 Mei hingga 1 Juni 2024 menyuguhkan beragam rangkaian penampilan dari berbagai wilayah di Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, dan India. Di antara yang ditampilkan yakni parade tarian Melayu serumpun, 100 penari kolosal, fesyen karnaval, adu balas pantun, hiburan band Melayu, hingga bazaar UMKM ekonomi kreatif.
Menparekraf Sandiaga menyampaikan, Gelar Melayu Serumpun juga menjadi salah satu event yang turut meramaikan kampanye Visit Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) Year 2023-2025.
Sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo dan dua pimpinan IMT-GT lainnya, kampanye ini merupakan upaya membangkitkan sektor pariwisata setelah terpuruk dari pandemi, salah satunya melalui penyelenggaraan berbagai event.
Untuk di Indonesia sendiri fokus dari kampanye Visit IMT-GT Year 2023-2025 adalah seluruh provinsi di Pulau Sumatra.
“Semoga IMT-GT bisa membangkitkan pariwisata dan persaudaraan di Indonesia, Malaysia, dan Thailand,” kata Sandiaga.
Wali Kota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution, menyampaikan rasa bangga bisa menyelenggarakan Gelar Melayu Serumpun untuk ke-7 kalinya di tahun 2024 dan selalu mendapat dukungan yang luar biasa dari Kemenparekraf.
Baca Juga : Daftar Tempat Wisata Malam Di Bali Asyik Untuk Refresing